Dua Pulau di Sekitar Enggano Hilang

Bengkulu (ANTARA News) – Pulau Satu dan Pulau Bangkai yang berada di sekitar Pulau Enggano, sekitar 90 mil dari Kota Bengkulu kini tinggal nama karena sudah tenggelam akibat abrasi.

Koordinator Enam Kepala Suku di Enggano, Rafli Zen Kaitora di Bengkulu, Sabtu mengatakan pulau yang masing-masing memiliki luas lebih dari 2 ha. dan 1 ha. tersebut tenggelam akibat tingginya abrasi yang terjadi di perairan Enggano.

“Sebelumnya berupa hutan dan ditanami kelapa tapi sekarang tinggal gundukan pasir, karena kayu dan tanaman lain sudah hilang,”katanya.

Pulau Satu kata dia hanya berjarak 2 km dari Desa Kahyapu sementara Pulau Bangkai berjarak 4 km dari Desa Banjarsari.

Menurut Rafli, tingginya laju abrasi di wilayah kepulauan tersebut terjadi mulai awal 1990an dan yang paling parah terjadi pada sekitar tahun 1997.

Sebelumnya kata dia kedua pulau ini dipelihara oleh masyarakat Enggano khususnya Suku Kahuga di Pulau Bangkai dan Suku Kaarubi di Pulau Satu.

“Pada tahun 1960, dua pulau ini masih dijaga oleh dua suku ini dengan memelihara pohon kelapa dan tidak ada perkebunan, tetapi yang membuat pulau ini cepat hilang karena pohon-pohonnya sering ditebangi nelayan yang singgah di pulau ini,”katanya.

Pulau-pulau di sekitar pulau Enggano yang masih tersisa yakni Pulau Merbau seluas 7 ha dan Pulau Dua seluas 11 ha kata dia hingga saat ini masih sering disinggahi oleh nelayan dari Lampung, Muara Angke, Sibolga bahkan neyalan asing.

Rafli mengatakan hilangnya dua pulau ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Pulau Enggano karena bisa mengancam keberadaan pulau mereka. (*)

COPYRIGHT

Sampai April 2009, Kasus HIV-AIDS Mencapai 382

WAMENA – Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.sos, M.Par mengatakan, masalah HIV/AIDS telah menjadi masalah yang sangat serius di Kabupaten Jayawijaya, dimana sampai April 2009 jumlah kasusnya mencapai 382 kasus, bahkan Jayawijaya menduduki peringkat tertinggi dalam peningkatan jumlah kasus dari tahun ke tahun.

Hal itu seperti diungkapkan bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Jayawijaya, Gad Tabuni dalam acara Pembukaan Peringatan AIDS Candlelight Memorial ke-26 di Gedung Sosial Katolik Wamena, Senin (18/5).

Dikatakan, setiap hari Minggu ketiga bulan Mei selalu diperingati sebagai AIDS Candlelight Memorial. Even ini, jelas Bupati Wempi, awalnya ditujukan untuk memperingati korban-korban yang telah jatuh akibat HIV-AIDS namun dalam perkembangannya kedepan AIDS Candlelight Memorial berkembang menjadi tidak hanya sekedar peringatan dan renungan belaka, melainkan telah menjadi media advokasi yang sangat baik dalam penyebarluasan informasi mengenai HIV-AIDS.

Menurutnya, AIDS Candlelight Memorial tahun ini adalah yang ke-26 kali diselenggarakan di seluruh dunia, dengan demikian sebagai lembaga atau instansi yang bergerak dalam program HIV-AIDS haruslah memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya kepada masyarakat karena dengan informasi bisa dicegah penyebaran HIV-AIDS yang semakin luas di Jayawijaya agar dapat memutus mata rantai penularannya.

Lebih lanjut diungkapkan, beberapa kegiatan yang dilakukan menyambut AIDS Candlelight memorial adalah mengadakan festifal band, lomba poster dan pameran foto.
Lewat acara tersebut kreatifitas anak-anak muda Wamena ditantang sekaligus juga dengan kepedulian mereka terhadap HIV-AIDS.

“Jika anak-anak muda sudah terinfeksi, tidak bisa menjaga pergaulan dan tidak bisa memahami dengan baik informasi tentang HIV-AIDS maka sia-sialah pembangunan karena SDM-nya menjadi lemah bahkan bisa-bisa menjadi habis karena kurangnya pengetahuan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pada kegiatan tersebut, seorang ODHA juga menyampaikan kesaksiannya tentang awalnya dia terinfeksi virus HIV dan apa saja yang terjadi dengan dirinya setelah terkena virus tersebut, dengan maksud untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak muda khususnya tentang bahaya HIV-AIDS yang belum ada obatnya tersebut. (nal)

Momentum Memperteguh Komitmen

MERAUKE- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen A.Y Nasution menegaskan, peringatan HUT ke-46 Kodam XVII/Cenderawasih sebagai momentum untuk memperteguh komitmen pengabdian TNI sebagai ksatria pelindung rakyat dalam melaksanakan tugas-tugas di seluruh wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

Hal itu ditegaskan Pangdam dalam amanatnya dibacakan Danrem 174/ATW Kolonel CZI Suratmo, pada peringatan ke-46 HUT Kodam XVII/Cenderawasih, berlangsung di lapangan Makodim 1707 Merauke, Senin (18/5).

Menurut Pangdam, perjalanan sejarah pengabdian Kodam XVII/Cenderawasih sesungguhnya tidak dapat dilepas dari fakta sejarah kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi pada 1 Mei 1963. Tugas-tugas Pemerintahan UNTEA kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia .
Peristiwa historis dikibarkannya bendera kebanggsaan sang Merah Putih untuk pertama kalinya pada 46 tahun lalu di Tanah Papua telah menjadi saksi sejarah atas utuhnya kedaulatan negara dan bangsa Indonesia serta merupakan bagian awal langkah pengabdian Kodam XVII/Irian Barat saat itu ditandai dengan pelantikan Panglima Kodam XVII/Irian Barat yang pertama kalinya pada 17 Mei 1963.

Disebutkan, peran Kodam sejak awal pembentukannya di Tanah Papua tidak dilakukan untuk kepentingan bidang pertahanan semata, namun terkait dengan berbagai bidang kepentingan masyarakat utamanya dalam membangun rasa aman sekaligus ikut meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sebagai Pimpinan Kodam XVII/Cenderawasih, lanjut Pangdam mengaku menyadari dan menerima bahwa sanya di dalam benak dan pikiran sekelompok masyarakat masih terjadi kritik bahkan tudingan negatif terhadap tugas, peran dan fungsi hingga keberadaan Kodam XVII/Cenderawasih di Tanah Papua.

”Semua itu merupakan bagian dari introspeksi dan evaluasi organisasi yang harus diatensi dengan seksama, cepat dan tepat oleh para jajaran Kodam XVII/Cenderawasih karena dengan kondisi yang dinamis telah terjadi timbal balik yang ditindaklanjuti dengan sikap perubahan dan wujud langkah-langkah perbaikan di lapangan,” katanya.

HUT Kodam tersebut dihadiri pula Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze, Wabup Drs Waryoto, M.Si, Sekda Umar Ary Karim, S.Sos, MM, Lantamal XI, Muspida dan undangan lainnya.

Sementara di Wamena, upacara peringatan HUT Kodam XVII Cenderawasih Ke-46 dilaksanakan di Makodim 1702/JWY, Senin (18/5). Dimana Dandim 1702/JWY, Letkol Inf. Grandy Mangiwa tampil selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga membacakan amanat Pangdam, sebagaimana peringatan di Merauke.

Untuk diketahui, dalam rangka memperingati HUT Kodam XVII Cenderawasih ke-46, Kodim 1702/JWY menggelar beberapa kegiatan yaitu kegiatan pertandingan dan lomba kemudian kegiatan sosial seperti karya bhakti, pengobatan massal, anjangsana dan ziarah ke TMP. (nal)

Mahasiswa Akper Wamena Alami Kesulitan

WAMENA (PAPOS)– Kondisi asrama mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Jayawijaya saat ini cukup memperihatinkan, karena selain nampak tidak terurus, para penghuninya juga sulit untuk mendapatkan makan sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa di asrama tersebut, Bupati Jayawjaya, Wempi Wetipo, S.Sos, M.Par bersedia membantu memberikan kebutuhan mahasiswa setelah Rabu (13/5) kemarin melakukan peninjauan kondisi asrama dan menerima keluhan sejumlah mahasiswa putera daerah.

Sejumlah mahasiswa Akademi Perawat kesehatan di Kabupaten Jayawijaya sejak awal tahun ini, terpaksa harus menjadi tukang becak atau tukang ojek untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, akibatnya asrama yang mereka tempati tidak terurus dengan baik.

Tahun sebelumnya, mahasiswa Akper Wamena mendapat bantuan termasuk didalamnya bantuan makan dari pemerintah kabupaten, provinsi Papua dan Departemen Kesehatan namun bantuan tersebut mulai berkurangan, karena sistem manajemen yang salah terjadi di asrama tersebut.

Menurut Bupati, pekerjaan sampingan yang dilakoni mahasiswa terpaksa dilakukan setelah bantuan makanan yang biasa diterima dari kabupaten asal mereka tidak lagi dikucurkan. Sedangkan yang menghuni asrama tersebut ialah, mahasiswa dari kabupaten Tolikara, Yahukimo dan Puncak Jaya.

“Ada kesalahan manajemen, bagaimana kami bisa tahu kalau kalian tidak memberitahu kondisi yang kalian alami, saya lihat asrama ini kelihatan tidak baik karena tidak dirawat,” ujar Wetipo didampingi Asisten II Setda Jayawijaya, Gaad Tabuni dihadapan sejumlah mahasiswa Akper Wamena.

Dikatakan, seharusnya mahasiswa Akper dapat menjaga tempat tingalnya dengan baik, karena tempat tinggal mencerminkan kehidupan manusia yang ada didalamnya. Selain itu, mahasiswa Akper merupakan sumber daya manusia yang akan bergerak di bidang kesehatan, dimana kesehatan identik dengan kebersihan dan keindahan.

Untu itu, Bupati Wempi meminta para mahasiswa Akper Wamena dapat menujukan statusnya sebagai mahaiswa kesehatan. ”Bagaimana kalian dapat belajar dengan baik, jika tempat tingalnya seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, menjawab persoalan yang dialami para mahasiswa Akper, Wempi meminta para mahasiswa mengajukan surat kepemerintah setempat terkait kebutuhan yang ada dan peran serta kabupaten-kabupaten lain untuk mendukung mahasiswanya yang menjalani pendidikan di Wamena.(rico)

Ditulis oleh Rico/Papos
Kamis, 14 Mei 2009 00:00

Hercules TNI AU Alami Kecelakaan di Sentani

Technorati Tags: ,

11/05/09 15:29

Jakarta (ANTARA News) – Pesawat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (AU) mengalami kecelakaan saat mendarat di Pangkalan Udara Sentani, Papua, Senin (11/5) siang.

Kepala Penerangan Mabes TNI AU Marsekal Pertama TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan, kejadian itu disebabkan landing gear lepas saat pesawat akan melakukan pendaratan.

“Pesawat tinggal landas dari Biak dan tiba di Sentani sekitar pukul 11.30 WIB,” ungkapnya.

Akibatnya, pesawat tidak dapat mendarat sempurna dan hingga kini masih berada di landasan bandara Sentani. Sambil menunggu proses evakuasi, seluruh kru pesawat menurunkan muatannya.

Bambang menambahkan, pesawat C-130 Hercules berasal dari Skadron 32 Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, dan ke Papua untuk misi bantuan logistik rutin. (*)

COPYRIGHT © 2009

Penyerang Brimob Belum Terkejar

JAYAPURA (PAPOS) -Pengejaran tersangka kasus penyerangan rombongan Brimob di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, terhambat kondisi alam. Dir Reskrim Polda Papua Kombes Pol Bambang Rudi Pratikno mengatakan, kondisi alam berupa gunung, hutan dan jurang menjadi hambatan polisi.

“Kami perlu melatih para anggota agar dapat melewati kondisi alam yang sulit,” katanya di Mapolda, Selasa (5/5) kemarin.

Ia mengatakan, jika polisi nekat mengejar justru akan membahayakan keselamatan polisi. “Mereka lebih menguasai medan di dalam hutan bahkan mampu bergerak jauh lebih cepat,” katanya.

Polda Papua, katanya, sudah mendapatkan bukti-bukti keterlibatan sejumlah anggota kelompok bersenjata dalam kasus ini.

Sebelumnya, Rabu (15/4), rombongan Brimob diserang saat mengevakuasi polisi yang tengah sakit. Enam Brimob terluka, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Serangan terhadap aparat telah beberapa kali terjadi dalam 2009 ini di Tingginambut. Pada 9 Januari 2009, kelompok kriminal menyerang pos polisi dan menyebabkan seorang isteri polisi terluka. Mereka merampas empat senjata api milik anggota polisi. Pada 21 Pebruari 2009, pos polisi juga diserang lagi, namun tidak menimbulkan korban. Kelompok kriminal juga menyerang pos TNI, 14 Maret 2009 hingga menyebabkan seorang anggota TNI tewas.(ant)

Ditulis oleh Ant/Papos
Rabu, 06 Mei 2009 00:00

Pintu RI-PNG Ditutup

JAYAPURA (PAPOS) -Perbatasan Republik Indonesia (RI) dengan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) yang terletak di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Jayapura ditutup sejak 9 April lalu.

ditutupnya perbatasan ini menyebabkan warga negara Indonesia tidak dapat menyeberang ke wilayah PNG untuk berbagai keperluan. Padahal, dalam sehari masyarakat yang ingin berkunjung ke PNG, baik untuk keperluan rekreasi maupun pekerjaan lainnya cukup banyak.

Sebaliknya dengan warga negara PNG, tampak bebas melintasi perbatasan RI-PNG tanpa kendala apa pun.

Ditutupnya daerah perbatasan ini menyusul peristiwa penemuan bom di jembatan Muara Tami, Distrik Muara Tami, Jayapura pada Kamis (9/4) lalu.

Seorang warga Kota Jayapura, Ferry Sesa menyatakan, kekecewaannya karena tidak dapat melintasi perbatasan dan tertahan di pos penjagaan TNI yang terletak tidak jauh dari Kantor Imigrasi.

“Tapi untuk keamanan, saya ikuti saja peraturan yang berlaku karena saya juga tidak ingin ambil resiko,” katanya seperti diliris dari Antara, Minggu (3/5) kemarin.

Pada kondisi normal, warga Indonesia dapat melintasi perbatasan RI-PNG untuk keperluan kunjungan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam, hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di pos penjagaan TNI, selanjutnya melapor ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Darat Skouw.

Belum dapat diketahui batas waktu dan alasan penutupan perbatasan RI-PNG ini. Walaupun demikian, kondisi di sekitar perbatasan cukup kondusif. Aktivitas masyarakat pun bisa berjalan seperti biasanya.

Pos perbatasan yang terletak di Kampung Skouw, sekitar 70 kilometer ke arah timur dari pusat Kota Jayapura dijaga satuan tugas dari Batalyon Infantri (Yonif) 725/Wirabuana.(ant)

Ditulis oleh Ant/Papos
Senin, 04 Mei 2009 00:00

Pemerintah Diminta Perhatikan Para Pejuang Pepera

Peringatan kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI, 1 Mei, di Manokwari berlangsung secara sederhana. Jumat pagi,digelar ziarah ke Taman Makam Trikora,diikuti Bupati Manokwari Drs D Mandacan,Wabup Ir D Buiney,Dandim,Kapolres,para pejabat sipil, perwira TNI/Polri serta sejumlah perjuang veteran.

Upacara peringatan akan digelar secara bersamaan dengan perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Borarsi, hari ini Sabtu (02/05). Sebelumnya,menyambut peringatan kedua hari bersejarah tersebut, Kamis,pada murid TK se Kabupaten Manokwari melakukan pawai,start di halaman kantor gubernur dan finish di lapangan Borarsi.

Ketua Dewan Gerakan Merah Putih (GMP) H Ismail Yenu mengatakan,makna kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI ini sudah mestinya diperingati setiap tahun. Karena dengan ini,diharapkan generasi penerus dapat memahami perjuangan para pendahulu.”Pejuang yang mengembalikan negeri ini ke negara maksudnya (RI). Supaya,orang-orang di sini,dapat setara seperti warga lainnya di Indonesia.Kita sebagai putra negeri peringati 1 Mei agar dapat mengucapkan terima kasih kepada negara ini dan para pejuang,” ujarnya kepada Koran ini,usai ziarah TMP,kemarin.

Namun demikian,Yenu berharap agar pemerintah dapat memperhatikan nasib para petujuang veteran.Karena menurutnya,masih banyak para pejuang yang kurang mendapat perhatian,tidak punya pribadi. ”Kami tidak mengeluh,tidak mendesak,tapi hanya berharap agar pemerintah memperhatikan para pejuang. Tolong mereka agar bisa hidup layak,” ujarnya.(lm)

Gubernur: Suka Tidak Suka, Momen 1 Mei Lebih Bermartabat

MANOKWARI-Memperingati HUT ke-46 kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI, Gubernur Papua Barat, Bram Atuturi yang bertindak selaku inspektur upacara (Irup) di lapangan Borarsi Manokwari, Sabtu (2/5), mengajak mereview dan merenung makna peringatan dengan jujur dan hati bersih.

Hasil dari perenungan akan sampai pada kesimpulan bahwa mau tidak mau, suka tidak suka, harus diakui bahwa momen 1 Mei telah membuat rakyat Papua, khususnya di Provinsi Papua Barat menjadi lebih bermartabat dan sejahtera.

”Walaupun masih ada sebagian yang belum secara langsung menikmatinya, namun saya yakin melalui UU No 35 Tahun 2008 tentang Otsus, Papua Barat akan lebih mengakselerasikan proses pembangunan fisik dan juga non fisik menuju masyarakat Papua Barat yang bermartabat dan sejahtera,”katanya.

Upacara peringatan HUT ke-46 kembalinya Irian Barat kepangkuan NKRI 1 Mei, Sabtu (2/5) ditandai dengan pembacaan keputusan Sidang Dewan Musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Irian Barat Kabupaten Manokwari, 29 Juli 1069. Dibacakan Ketua Gerakan Merah Putih (GMP), H Ismail Yenu,berisikan 3 butir keputusan.

Yakni, pertama,dengan atau tidak dengan Pepera,rakyat Irian Barat merupakan wilayah mutlak dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah merdeka dan berdaulta sejak 17 Agustus.Kedua,sama sekali tidak ingin dipisahkan dari kesatuan keluarga bangsa Indonesia dari Sambang sampai Merau oleh siapun.Ketiga,menolak dengan tegas setiap usaha yang mencoba memecah belah kami bangsa Indonesia dan merongrong kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Selain itu,lanjut gubernur,melalui momen 1 Mei 1963,dapat dilihat,hampoiar 95 % pejabat gubernur dan bupati di Provinsi Papua Barat dan Papua merupakan anak-anak asli Papua. Tema peringatan, ”Dengan semangat 1 Mei 1963,mari kita mewujudkan masyarakat Papua Barat yang lebih bermartabat dengan mensukseskan pembangunan di segala bidang dalam bingkai BKRI”, dinalai gubernur sangat lah tepat. ”Kondisi ini tidak bisa kita bayangkan apabila kita rasakan sebelum momen 1 Mei,” ujarnya.

Pemprov Papua Barat bersama Pemprov Papua lanjut gubernur,tengah membahas untuk menjadikan 1 Mei sebagai hari libur fakultatif.Ini dimaksudkan,sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi perjuangan rakyat dalam upaya membebaskan diri dari penjajahan Belanda.

Mengenai pembangunan gedung juang yang rencana sejak 3 tahun lalu,menurut Bram,pada tahun 2009 ini akan direalisasikan. Keberadaan gedung juang nantinya dapat mewariskan kepada generasi muda.

Upacara HUT Kembalinya Irian Barat ke NKRI disatukan dengan Hardiknas. Berlangsung hikmad,dihadiri Bupati Manokwari,Drs D Mandacan,para pejabat sipil,TNI dan Polri. Dimeriahkan dengan berbagai kegiatan,seperti panjat pinang yang menyedikan sejumlah hadiah,serta pasar murah. Dengan hanya membeli kupon seharga Rp 25.000, sudah bisa mendapatkan 5 kg beras, 2 kg gula dan 1 liter minyak goreng.(lm)

Pemkab Inginkan Pemulangan Langsung Lewat Boven Digoel

BOVEN DIGOEL-Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menginginkan rencana repatriasi 300 warga asal Kabupaten Boven Digoel dari Papua New Guinea (PNG) untuk dipulangkan langsung lewat Boven Digoel, bukan melalui provinsi (Jayapura) terlebih dahulu.

Keinginan itu diungkapkan Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo, SH, M.Si, dihadapan masyarakat Distrik Sesnuk, saat Turkam ke daerah tersebut, beberapa waktu lalu.

“Kita harapkan 300 warga kita yang akan dipulangkan pemerintah, langsung lewat Boven Digoel. Kami akan segera berupaya untuk dapat mengkomunikasikan dengan pemerintah provinsi,” kata bupati.

Dari rencana yang disusun oleh pemerintah, sekitar 700 lebih warga asal Papua yang tinggal di PNG seluruhnya akan dipulangkan lewat Jayapura. Setelah berada di Jayapura, kemudian dikembalikan berdasarkan daerah asal masing-masing.

Menurut bupati, dengan rencana tersebut perjalanan yang akan dilewati warga asal Boven Digoel menjadi sangat panjang. Disamping itu, membutuhkan dana yang tidak sedikit. “Tapi kalau langsung lewat Boven Digoel, perjalanannya tidak terlalu jauh dan dana yang digunakan untuk memulangkan mereka bisa ditekan,” ujarnya.

Jumlah warga asal Kabupaten Boven Digoel sendiri di PNG saat ini, ungkap bupati, diperkirakan telah mencapai 25 ribu jiwa. Terbanyak berada di sekitar Kiongga yang berbatasan langsung dengan Distrik Waropko.

Dijelaskan, beberapa waktu lalu dirinya ke PNG dan mengajak warga asal Kabupaten Boven Digoel yang ada di negara tetangga itu untuk kembali ke kampung halaman masing-masing untuk membangun Boven Digoel. “Disana, hidup mereka juga setengah mati,” jelas bupati.

Menanggapi pertanyaan seorang warga terkait keamanan mereka setelah kembali, Bupati Yusak Yaluwo memberi jaminan keamanan. Termasuk dari aparat TNI/Polri, lanjut Bupati telah memberi jaminan keamanan bila mereka telah kembali ke tanah airnya.

Bahkan, lanjutnya, pemerintah dengan tangan terbuka menerima kembali untuk bergabung dengan saudara-saudaranya yang ada di Kabupaten Boven Digoel. Hanya saja, jelas bupati, mereka yang kembali tidak ada perlakuan khusus karena nantinya bisa menimbulkan kecemburuan jika ada perlakuan khusus.

Bupati Yusak Yaluwo sendiri berkeinginan akan kembali ke Kiongga untuk menemui warga asal Boven Digoel yang ada di sana agar kembali ke kampung halamannya.

“Masih banyak masyarakat kita di sana yang berkeinginan pulang, meski ada diantara mereka yang masih pikir-pikir. Nah, mereka ini yang harus terus kita ajak dan diberi pemahaman bahwa situasi dulu sudah sangat berbeda dengan yang ada sekarang ini,” ucap bupati. (ulo)

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny