Boikot Pemilu Bukan Solusi – Agus Sumule: KPU Harus Berani Tegur Parpol, MRP Proaktif

JAYAPURA- Ribut-ribut soal sikap Majelis Rakyat Papua (MRP) yang mengancam akan memboikot Pemilu 2009 jika jatah 11 kursi di DPR Papua tidak diakomodir, rupanya ditanggapi serius DR Agus Sumule dan Ketua KPU Provinsi Papua Benny Sweny S.Sos. Sebagai salah seorang perumus Undang Undang 21 tahun 2001 tentang Otsus bagi Papua, Agus Sumule mengatakan kalau sikap itu bukanlah suatu jalan keluar yang baik. Continue reading “Boikot Pemilu Bukan Solusi – Agus Sumule: KPU Harus Berani Tegur Parpol, MRP Proaktif”

Berdayakan Keragaman, Langkah Kanada Bertahan di Tengah Krisis Dunia

SP/Elly Burhaini Faizal – John Holmes

Belum lama ini, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper menyampaikan permintaan maaf resmi, atas nama rakyat dan pemerintah, kepada penduduk aborigin (asli) di sana. Di hadapan parlemen pada 11 Juni, Harper meminta maaf atas kebijakan asimilasi yang diterapkan pemerintah di masa lalu yang ternyata sangat merugikan dan menyakitkan masyarakat asli, meminggirkan kebudayaan, warisan tradisi, dan bahasa mereka. Kebijakan tersebut diarahkan bagi anak-anak dari keluarga Indian. Mereka diharuskan masuk ke sekolah khusus yang disiapkan oleh pemerintah untuk “dididik.” Selama lebih satu abad, Indian Residential Schools mencabut 150.000 anak aborigin dari keluarga dan komunitas mereka. Pada1870, pemerintah federal membangun dan mengatur administrasi sekolah-sekolah tersebut. Continue reading “Berdayakan Keragaman, Langkah Kanada Bertahan di Tengah Krisis Dunia”

Pangdam dan Kapolda Sesalkan Insiden di Tingginambut

JAYAPURA-Kapolda Papua, Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto menyesalkan terjadinya insiden yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian yang terjadi di Pos Polisi Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Rabu (25/6) kemarin.

“Pimpinan (Kapolda Papua, red) tentu sangat menyesalkan, jika memang insiden itu terjadi,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs Agus Rianto kepada Cenderawasih Pos dikonfirmasi terkait dugaan penganiayaan terhadap Anto Asse (28) salah seorang staf Pemkab Puncak Jaya yang diduga melibatkan oknum anggota polisi tersebut. Continue reading “Pangdam dan Kapolda Sesalkan Insiden di Tingginambut”

HELMI TOATUBUN DAN VERDI PAYUNG TAPI KORUPSI DAN

HELMI TOATUBUN DAN VERDI PAYUNG TAPI KORUPSI DANA TUNJANGAN BIAYA STUDI AKHIR MAHASISWA – MAHASISWI STIE – PORT-NUMBAY

Dengan melihat perkembangan pada kampus Stie.Port – Numbay telah berlangsung sejak Lembaga intitusi perguruan tinggi itu berdiri di bawah naungan yayasan cinta tanah air,dengan dukungan dan motifasi yang sangat kuat dalam rangka menciptakan kualitas sumber daya manusia papua,agar orang papua ras melanesia hitam keriting ini berdiri diatas kaki sendiri,cita-cita inilah yang selalu di kampanyekan oleh pemerintah neokolonialis indonesia untuk mensejahterakan orang papua,baik itu di bidang pendidikan, kesehatan,infrastruktur, dan dan lain-lainnya yang menyangkut dengan hak hidup orang papua diatas tanahnya sendiri. Namun yang perlu diketahui bersama dalam melihat dari berbagai aspek tadi, ternyata salah satu diantara aspek itu yang belum dapat terwujud adalah aspek pendidikan,mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi tidak bisa dapat dikatakan indonesia sukses menjamin orang papua dari aspek pendidikan tadi,karena fakta membuktikan bahwa disetiap intitusi perguruan tinggi yang ada di papua penuh dengan manipulasi administrasi, korupsi,kolusi, nepotisme, penipuan, pembohongan, dan penghisapan allah akademis.

Hal ini terjadi pada Lembaga Perguruan
Tinggi Stie.Port-Numbay,disana para dosen-dosen sedang membangun sebuah proyek pembunuhan kualitas sumber daya manusia lewat berbagai alasan administarsi akademik,memberikan kesempatan/ kemudahan terhadap mahasiswa amber,menyulitkan mahasiswi-mahasiswa papua dalam berbagai urusan akademis di kampus itu.situasi ini berlangsung sejak lama hingga hari barulah terungkap kehadapan publik dengan jelas sekali bahwa dari antara sekian banyak dosen-dosen di kampus tersebut,mulai nampak koruptor-koruptor kakap yang selama kenyang dengan hak mahasiswa-mahasiswi,seperti yang dilakukan oleh kedua orang staf sekaligus dosen yakni Helmi.

Toatubun dan Verdi Payung Tapi. Kedua orang dosen ini sedang memainkan peran yang cantik dengan manajemen Allah akademik,agar para mahasiswa menganggap bahwa hal yang dilakukan oleh "Helmi Toatubun dan Verdi Payung Tapi adalah benar.

Akan tetapi jika di lihat saat ini Mahasiswa – mahasiswi papua sedang di tumis dalam koali oleh kedua orang dosen ini,tanpa di sadari proses
pemanipulasian administrasi akademik sedang berlangsung aman dan damai,apalagi yang sangat memprihatinkan adalah ketidaktahuan mahasiswa-mahasiswi dengan kejelasan dana tunjungan bagi mahasiswa tahap akhir yang di berikan oleh pemerintah propinsi papua lewat Dinas Sosial Propinsi dan di tangani langsung oleh perguruan tinggi tersebut.

Boleh dikatakan bahwa Lembaga Akademis lebih jahat dari yang kita bayangkan,maka dengan melihat karakter busuk yang dilakukan oleh kedua orang dosen ini perlu ada tinjauan/ di periksa dan di penjarakan bilah terbukti melakukan pelanggaran dalam manajemen administrasi.

HAELMI TOATUBUN DAN VERDI PAYUNG TAPI KORUPSI BESAR YESSSSSS!!!!!!!!!!!!!

Mobile post sent by SPMMobile using Utterzreply-count Replies.

24/06/08 12:25 Jakarta (ANTARA News) – Ratusan orang yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Lintas Generasi

24/06/08 12:25

Jakarta (ANTARA News) – Ratusan orang yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Lintas Generasi melakukan aksi jalan kaki di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, sehingga membuat Jalan HR Rasuna Said di jalur dari arah Menteng ke Mampang menjadi macet.

Para pengunjuk rasa itu bermaksud untuk menuju Kantor PT Freeport yang terletak di Plaza 89 di Jalan HR Rasuna Said Kavling X-7 No 6, Jakarta Selatan.

Mereka menginginkan agar perusahaan pertambangan Freeport segera dinasionalisasi sehingga bisa digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

Setelah sampai di depan Plaza 89, para pendemo melakukan aksi coret-coret mengecam Freeport dan juga mencoba menjatuhkan gerbang gedung tersebut. Dari Plaza 89, massa berencana bergerak ke Gedung DPR/MPR.

Tidak tampak adanya pengawalan yang ketat dari pihak kepolisian berseragam. Namun, Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengemukakan, aksi tersebut dijaga dari kejauhan oleh petugas Polsek Metro Setiabudi dibantu jajaran petugas Polda Metro Jaya.

Massa berjalan kaki sambil meneriakkan yel-yel dan menyanyikan sejumlah lagu perjuangan.

Selain itu, terdapat pula berbagai spanduk dan banyak bendera kuning sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya mahasiswa Unas, Maftuh Fauzi, di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada 20 Juni 2008.

Maftuh yang merupakan mahasiswa Unas angkatan 2003 itu juga merupakan salah seorang mahasiswa yang ditangkap saat petugas kepolisian menyerbu demo kenaikan harga BBM di kampus Unas di Pejaten, Jaksel, pada 24 Mei 2008.

Sebelumnya, ratusan orang dari Jaringan Aktivis Lintas Generasi itu telah menginap di Tugu Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat, sejak Minggu (22/6). Mereka bermaksud untuk mendemo Kantor PT Freeport dan Gedung DPR/MPR pada Selasa (24/6) ini.

Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan agar kasus wafatnya mahasiswa Unas, Maftuh Fauzi, segera diusut tuntas.

Selain itu, mereka juga menuntut agar aset perusahaan pertambangan asing seperti Freeport dan Exxon segera dinasionalisasi oleh pemerintah untuk digunakan sepenuhnya bagi kepentingan rakyat.(*)

Kopassus Minta Tidak Dikaitkan Penahanan Muchdi

JAKARTA-Komandan Jendral Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) TNI AD Mayjen Soenarko meminta masyarakat tidak mengkaitkan penahanan Muchdi Purwoprajono dengan institusi Kopassus. Sebab, meski pernah menjabat sebagai orang pertama di tubuh pasukan elit TNI AD (Danjen Kopassus 1998-1999), Muchdi sudah berstatus purnawirawan.

“Sama sekali tidak ada kaitannya,” ujar Mayjen Soenarko saat dihubungi melalui telepon tadi malam (23/06). Jenderal bintang dua yang sebentar lagi akan berpindah jabatan menjadi Panglima Kodam Iskandar Muda Nanggroe Aceh Darussalam itu menegaskan secara institusi, Kopassus tidak berhubungan apalagi melindungi Muchdi Pr.

Mabes Polri memang memperketat pengamanan sejak penahanan Muchdi Pr Kamis lalu ( 19/06). Beberapa penyidik menceritakan, standar pengamanan ditingkatkan menjadi siaga satu. Itu artinya, senjata siap kokang dan ditambah. Pengawalan terhadap Kabareskrim Komjen Bambang Hendarso Danuri juga diperketat. Ketatnya pengamanan itu karena Muchdi bukan orang sembarangan. Selain bekas petinggi BIN, Muchdi juga seorang perwira komando yang sangat disegani pada saat menjabat. Polisi juga mengkhawatirkan keselamatan jiwa Muchdi karena kasus Munir adalah kasus yang sangat sensitif.
Soenarko menegaskan, Korps Baret Merah tidak ikut campur meski salah seorang seniornya ditahan polisi. “Dia sudah bukan orang Kopassus. Pada saat kejadian itu (pembunuhan Munir, September 2004) dia juga sudah bukan orang Kopassus,” tegasnya. Muchdi, alumnus AMN 1970, saat itu menjabat sebagai Deputi V/ Penggalangan Badan Intelijen Negara dan sudah berstatus purnawirawan mayor jenderal .

Dari pengamatan koran ini (Grup Cenderawasih Pos), seharian kemarin, sebuah mobil Toyota Land Cruiser warna hitam gelap stand by di depan Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok. Mobil tersebut berplat TNI-AD warna hijau tua dengan nomor 119-02. Dua angka belakang berkode 02 lazimnya digunakan oleh institusi Kopassus.

Sekitar pukul 16.45, seorang wanita setengah baya dan dua anak muda, yang satu wanita dan seorang laki-laki dengan mengenakan topi dan baju kotak-kotak dengan kancing dibuka, keluar dari Blok B ( tempat penahanan Muchdi). Yang pertama kali masuk mobil wanita muda, disusul wanita tua yang duduk di bagian tengah. Kemudian laki-laki bertopi duduk di bagian depan bersama sopir.

Diduga mereka adalah istri Muchdi P.R., Puji Astuti dan anak-anaknya yang tengah menjenguk ke rutan. Kehadiran mereka dikawal sekitar enam pria berbadan tegap dengan mengenakan pakaian safari serba hitam. Selain mobil no 119-02, terdapat pula sebuah mobil Nissan Terrano warna hitam nopol B 8916 CH. Mobil itu ditumpangi para pengawalnya. Saat hendak ditanya koran ini, pengawal itu mencegah dan mobil melaju pergi.

Seorang sumber di Kopassus menjelaskan mobil itu bukan mobil dinas. Sebab, kendaraan dinas pasukan khusus itu biasanya menggunakan empat angka atau dua angka untuk perwira tingi, bukan tiga angka di depan kode 02.

Sumber tersebut menambahkan, tidak ada kendaraan resmi Kopassus bernomor 119-02. Apalagi platnya tidak timbul (relief). Biasanya kendaraan petinggi Kopassus nomor platnya timbul. Kemungkinan besar mobil mewah itu milik Muchdi secara pribadi.

Bagaimana dengan kode plat 02 milik Kopassus? “Setingkat mantan danjen Kopassus (seperti Muchdi, Red) memiliki keistimewaan sendiri, sehingga dapat memakai plat tersebut (119-02, Red) untuk mobil pribadinya. Sama halnya dengan menteri yang memiliki keistimewaan, meski sudah menjadi rakyat sipil,” ujar sumber itu.

Situasi di rutan masih dijaga ketat sejumlah anggota Brimob berpakaian safari warna krem. Anggota tersebut sempat mengawal kehadiran Muchdi, Sabtu (21/6) siang. Sekitar empat anggota terlihat duduk di depan ruang Blok B.

Dihubungi tadi malam, pengacara Muchdi Pr, Luthfi Hakiem menjelaskan pihaknya akan segera mengajukan penangguhan penahanan. “Kalau tidak Senin ( hari ini) ya Selasa. Maksimal Rabu,” katanya.

Luthfie menegaskan, Muchdi tidak pernah meminta jaminan dari pihak lain selain keluarga. “Yang menjamin istri beliau dan putranya,” katanya.

Sebelumnya, salah seorang pengacara Zaenal Maarif pernah mengungkapkan kalau Muchdi akan meminta jaminan penangguhan penahanan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Salah satu alasannya Muchdi adalah Ketua Umum PP Tapak Suci, lembaga beladiri pencak silat onderbouw Muhammadiyah.

Kemarin (23/06), Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menolak menjadi penjamin penangguhan penahanan Muchdi PR jika eks Deputi BIN itu memintanya.
“Kami sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah banyak diminta oleh pihak-pihak yang menjalani proses hukum. Tapi, tidak ada tradisi dalam organisasi Muhammadiyah untuk menjaminkan atau ikut terlibat. Tidak ada preseden di organisasi Muhammadiyah yang seperti itu. Jadi tidak dapat kami terima,” ujar Din di kantornya kemarin.

Din mengajak masyarakat agar menyerahkan sepenuhnya kasus Muchdi kepada proses hukum yang berjalan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Seandainya kasus ini tidak terbukti, harus ada rehabilitasi nama, karena bagaimana pun pasti ada perusakan nama dengan ditetapkannya dia (Muchdi) menjadi tersangka,” kata Din.

Luthfie prihatin dengan pernyataan Din itu. “Seharusnya beliau tidak usah menanggapi karena memang tidak ada permintaan langsung dari pak Muchdi,” katanya.
Kemarin, Muchdi tidak menjalani pemeriksaan. “Saya tidak tahu secara pasti siapa saja yang membesuk. Kalau dari keluarga bisa saja,” katanya.

Luthfie menceritakan, kondisi sel penahanan Muchdi perlu diperbaiki. “Saya sudah meminta agar kassa nyamuk yang sudah jebol-jebol segera diganti. Itu hak beliau meskipun pak Muchdi tidak mengeluh,” katanya.(aro/rdl)

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny