Tokoh Separatis, Seby Ditangkap di Bandara

Seby SembomSentani- Setelah sehari sebelumnya terjadi penembakan di salah satu rumah yang diduga dijadikan Markas OPM di Tanah hitam, Sabtu pagi (04/12) warga kembali dikejutkan dengan adanya penangkapan yang dilakukan pihak Kejaksaan Tinggi bekerja sama aparat keamanan dari Polda maupun Polres Jayapura, terhadap tokoh separatis Papua, Seby Sembom. Dari informasi yang diperoleh Bintang Papua, Seby ditangkap, ketika berada di pintu 1 ruang keberangkatan ketika hendak bording menuju pesawat Bandar Udara Sentani. Rencanannya,

Seby akan berangkat menuju Cingkareng dengan menggunakan maskapai penerbangan dari Garuda-651. Sekedar dikatahui, Seby Sembom merupakan tahanan kejaksaan yang kini berstatus tahanan luar dan sedang menjalani proses persidangan dengan kasus dugaan melakukan makar dan penghasutan demo Internasional Parlement For West Papua pada tangal 16 Okteber 2008 lalu.

Dari hasil penangkapan, Seby Sembom tersebut, pihak kejaksan berhasil mengamankan 1 buah Laptop yang berisikan tentang pelanggran HAM yang dilakukan oleh TNI/Polri di Papua.

Selanjutnya Seby dibawa kekejaksaan tinggi untuk selanjutnya diproses kembali.(as/don/03)

2 thoughts on “Tokoh Separatis, Seby Ditangkap di Bandara

Add yours

  1. Assalamualaikum….
    Wahai saudaraku dari Papua, aku turut berduka akan Almarhum, yang senantiasa berjuang untuk sesuatu cita2 yang luhur yaitu keinganan untuk membangun dan keinganan akankondisi tanah papua yang sejahtera makmur dan berdaulat,
    wahai saduraku, Demi Alloh atau demi Tuhan aku sendiri disini menyaksikan dan menudukung akan adanya generasi dari para pemuda dan pemudi dari tanah papua untuk bisa memipin negeri ini NKRI, agama, suku, ras, dan apapun tidak menjadi soal bagiku asalkan ia menjadi pemimpin yang adil lagi bijaksana bisa mengayomi semua suku dan agama, bisa melindungi dan enghargai semua golongan, aku merindukan dan menginginkan adanya calon seorang pemimpin ataubahkan presiden asli dari seorang pemuda papua, aku turut perihatin akan almarhum yang begitu menderita berjuang yang semata2 karna cita2 untuk sebuah keinganan akan kesejahteraan bagi rakat papua, Tapi bisakah perjuangan itu tetap dalam bingkai NKRI tetap berjuang melawan kepakuman akan stigma bahwa pemimpin itu harus dari suku jawa. Ayo saudaraku lawan stigma itu, bahwa NKRI ini juga milik kalian dan bahwa kalian juga berhak untuk memimpin negeri ini. kami yang moderat akan mendukung setiap langkah para pemuda yang berasal dari manapun asalakan bahwa cita2 untuk menjadi seorang pemimpin nasional ini di landasi dengan ke adilan dan kebijaksanaan, aku sendiri sangat secara peribadi tak pernah megangap berbeda adanya orang papua di sekelilingku, bahkan keramahan mereka (para pemuda papua) yang aku jumpai lebih ramah di banding orang2 yang sering aku jumpai, ayo pemuda Papua jangan menyerah buktikan dan aku doakan bahwa kalian juga bisa menjadi moncong dan ujung penentu negeri ini.
    jika kalian ragu akan kata2ku kalian bisa lihat di blogu
    dengan judul ” Ujung Timur” Kalian harus bisa berjuang merebut kepemimpinan di NKRI ini dengan keyakinan kalian, jagan kalah akan stigma keadaan yang sudah ada. aku doakan dan dukung bahwa kalian bisa memimpin negeri NKRI ini tanpa harus keluar dari jalur yang sudah ada. bangkitlah waai saudaraku dari Para Pemuda Papua, bahwa kalian juga berhak akan tahta kepemimpinan negeri ini.

    salam saudaraku
    sakadaek

    Like

  2. Assalamualaikum….
    Wahai saudaraku dari Papua, aku turut berduka akan Almarhum, yang senantiasa berjuang untuk sesuatu cita2 yang luhur yaitu keinganan untuk membangun dan keinganan akankondisi tanah papua yang sejahtera makmur dan berdaulat,
    wahai saduraku, Demi Alloh atau demi Tuhan aku sendiri disini menyaksikan dan menudukung akan adanya generasi dari para pemuda dan pemudi dari tanah papua untuk bisa memipin negeri ini NKRI, agama, suku, ras, dan apapun tidak menjadi soal bagiku asalkan ia menjadi pemimpin yang adil lagi bijaksana bisa mengayomi semua suku dan agama, bisa melindungi dan enghargai semua golongan, aku merindukan dan menginginkan adanya calon seorang pemimpin ataubahkan presiden asli dari seorang pemuda papua, aku turut perihatin akan almarhum yang begitu menderita berjuang yang semata2 karna cita2 untuk sebuah keinganan akan kesejahteraan bagi rakat papua, Tapi bisakah perjuangan itu tetap dalam bingkai NKRI tetap berjuang melawan kepakuman akan stigma bahwa pemimpin itu harus dari suku jawa. Ayo saudaraku lawan stigma itu, bahwa NKRI ini juga milik kalian dan bahwa kalian juga berhak untuk memimpin negeri ini. kami yang moderat akan mendukung setiap langkah para pemuda yang berasal dari manapun asalakan bahwa cita2 untuk menjadi seorang pemimpin nasional ini di landasi dengan ke adilan dan kebijaksanaan, aku sendiri sangat secara peribadi tak pernah megangap berbeda adanya orang papua di sekelilingku, bahkan keramahan mereka (para pemuda papua) yang aku jumpai lebih ramah di banding orang2 yang sering aku jumpai, ayo pemuda Papua jangan menyerah buktikan dan aku doakan bahwa kalian juga bisa menjadi moncong dan ujung penentu negeri ini.
    jika kalian ragu akan kata2ku kalian bisa lihat di blogu
    dengan judul ” Ujung Timur” Kalian harus bisa berjuang merebut kepemimpinan di NKRI ini dengan keyakinan kalian, jagan kalah akan stigma keadaan yang sudah ada. aku doakan dan dukung bahwa kalian bisa memimpin negeri NKRI ini tanpa harus keluar dari jalur yang sudah ada. bangkitlah waai saudaraku dari Para Pemuda Papua, bahwa kalian juga berhak akan tahta kepemimpinan negeri ini.

    salam saudaraku
    sakadaek

    Like

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny