JAYAPURA – Belum terungkapnya kasus tewasnya dua warga dalam bentrok warga dengan aparat kepolisian di Moenamani, Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu menjadi perhatian Ketua Komisi A DPRP Ruben Magay,S.IP.
Pihaknya yang membidangi hukum dan HAM ini meminta kepada Kapolda Papua untuk bertindak tegas terhadap oknum anggota Polsek Moenamani yang diduga bersalah hingga mengakibatkan tewasnya dua warga di Moenamani itu.
“Sebagaimana motto dari Kepolisian yang melindungi dan mengayomi masyarakat tapi pada kenyataannya bertolak belakang, dimana masih banyak belum diungkap oleh Kepolisian seperti kasus kekerasan dan penembakan di Kabupaten Dogiyai,” ungkapnya.
Ruben menilai, dengan adanya pelanggaran oleh oknum aparat itu membuat masyarakat merasa belum ada rasa keadilan dalam penegakan hukum, oleh sebab itu pihaknya jadi meragukan kinerja Kepolisian dalam pengungkapan kasus pelanggaran dan kekerasan tersebut.
“Jadi aparat Kepolisian harus bertindak cepat dalam menangani kasus penembakan ini dikarenakan semuanya sudah jelas pelakunya dari aparat Kepolisian dan jangan bilang belum kuat bukti lagi,” ujarnya.
Dikatakan, aparat Kepolisian harus menciptakan rasa aman, tenang dan damai kepada semua warga masyarakat yang ada di Tanah Papua sehingga warga masyarakat tidak menjadi apatis atau membenci aparat. “Seharusnya aparat-aparat ini membuat warga masyarakat menjadi simpatik atau menyukai aparat-aparat serta merasakan keadilan dan penegakan hukum yang benar,” harapnya.
Ruben Magay yang baru bertemu Presiden SBY, Kapolri dan Komnas HAM di Jakarta beberapa waktu lalu menyatakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan dari Kapolri agar penyelesaian kasus kekerasan dan penembakan di Kabupaten Dogiyai ini segera diungkap pelakunya dan bagi yang terkait dalam kasus ini segera diproses sesuai hukum yang berlaku, khususnya Kepolisian di lingkungan Polsek Monemani segera diungkap dan melakukan langkah-langkah yang tegas dalam pengungkapannya. (cr-165/fud
Cepos, Jum’at, 20 Mei 2011 , 11:20:00
Leave a comment