Bentrok Pendatang Vs Orang – Keluarga Korban Laka Lantas Jalan Baru Ancam Demo

Keluarga korban dan DAP saat memberi keterangan perss
Keluarga korban dan DAP saat memberi keterangan perss
Jayapura – Meski telah ada kepastian penyelesaian secara hukum di kepolisian, namun kasus kecelakaan yang berlanjut kerusuhan di sekitar Jalan Baru, Pasar Lama beberapa waktu lalu, dituntut juga untuk penyelesaian secara kekeluargaan. Hal itu diuangkapkan pihak Keluarga Korban, bahwa pihak keluarga korban akan turn jalan (demo) ke DPRD dan Kepolisian agar bisa difasilitasi pertemuan antara masyarakat pendatang dan masyarakat Pegunungan. Pertemuan tersebut untuk membuat komitmen bersama agar peristiwa (bentrok) serupa yang melibatkan antara pendatang dengan orang asli Papua tidak terulang lagi di Papua.

“Kami akan turun aksi dengan damai ke Kepolisian dan Dewan untuk fasilitasi kami agar pendatang dengan kami orang asli Papua bisa duduk bersama agar peristiwa semacam itu tidak terulang,” ungkap Jack Aleap sebagai salah satu keluarga korban dalam jumpa pers di Kantor Dewan Adat Papua, Rabu (1/6).

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga korban bersama anggota Dewan Adat Papua (DAP), mengungkapkan kekecewaannya terhadap aparat keamanan yang terkesan membiarkan terjadinya aksi anarkis hingga mernyebabkan timbulnya korban luka-luka akibat sabetan parang maupun sabit.

“Kami dari keluarga korban kecewa dengan kinerja aparat keamanan, karena saudara kami bisa menjadi korban dan terancam nyawanya di depan aparat keamanan,” ungkapnya lagi.

Saat ditanya tentang proses hukum yang sementara berlangsung, yakni keberadaan tersangka di kampung halamannya, sementara pihak kepolisian terkendala dana untuk membawanya ke Jayapura, pihak keluarga korban menyatakan bahwa masalah upaya membawa tersangka ke Jayapura adalah sepenuhnya tanggungjawab Kepolisian untuk mengupayakannya.
“Kami mau proses hukum dilakukan di Papua. Dan saat semua pelaku tiba di Papua mereka (Kepolisian) harus mempublikasikan, supaya kami tahu, termasuk namanya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga turut memberikan komentar dari dari Dewan Adat Papua, Wilem Rumaseb, yang meminta semua pihak menahan diri. “Beri ruang yang cukup bagi aparat kepolisian untuk memproses hukum dengan baik,” harapnya.

tentang kasusnya, ia mengatakan bahwa sebenarnya sebagai kasus yang biasa terjadi di Kota Jayapura.

Masalah tersebut, menurutnya sangat sensitif. “Masalah seperti ini sensitif sekali. Akan dapat dengan mudah bagi orang Papua untk memberi cap bahwa terjadi pembiaran terjadinya pembunuhan orang Papua,” ujarnya.

Ia meminta aparat keamanan untuk menjaga dengan serius agar tidak meberi ruang terjadi lagi di Tanah Papua di masa-masa mendatang.

Selpius Bobii yang hadir dalam jumpa pers tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya menjamin tidak akan ada aksi anarkis sebagai aksi balas dendam. “Tidak ada sedikitpun niat dari kami masyarakat Papua untuk melakukan anarkisme lanjutan,” ungkapnya yang juga diungkapkan keluarga korban maupun sejumlah pihak yang hadir dalam jumpa pers tersebut.(aj/don)

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny