OPM Tolak Rencana Kongres Papua III

JAYAPURA–Ketua Dewan Tertinggi Revolusi Organisasi Papua Merdeka, Lambertus Pekikir, mengatakan, Organisasi Papua Merdeka menolak rencana pelaksanaan kongres Papua III di Jayapura, yang akan digelar dari tanggal 16 hingga 19 Oktober 2011 mendatang. Kabarnya Kongres tersebut bakal didukung Presidium Dewan Papua, Yepena (Youth Papua National Authority), West Papua National for Leader Nation, dan Bintang 14 Melanesia Barat. “Kami dari markas besar OPM menolak tegas segala bentuk kongres maupun dialog yang bertujuan untuk membicarakan krisis Papua,” katanya Kamis (1/9).

Ia menegaskan, persoalan Papua harus dituntaskan melalui mekanisme internasional. Kongres tersebut tidak akan berarti apa-apa dan hanya akan menyisahkan kekecewaaan mendalam. “Masalah Papua sudah diserahkan pada mekanisme, tidak ada alasan untuk membuat kongres lanjutan dari kongres dua dulu,” tegasnya. Ia mengajak rakyat Papua agar tidak terpancing pada isu menyesatkan yang bertujuan sempit. “Kami menolak tegas, kalau kongres itu jadi, OPM tetap tidak akan mendukung,” ujar Pekikir.

Tema kongres tersebut adalah ‘Mari Kita Menegakkan Hak-hak Dasar Orang Asli Papua di Masa Kini dan Masa Depan’. Kongres Papua III sebagai lanjutan dari Kongres Papua II tahun 2000 yang juga membahas aspirasi murni dan hak-hak dasar orang asli Papua.

Rencananya kongres tersebut akan mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai keynote speaker. Sedangkan agenda kongres antara lain membicarakan soal kesejahteraan, hak masyarakat Papua, dan penataan Papua ke depan. “Sudah berulang kali masalah Papua dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan, tapi tidak ada hasilnya, kami dari markas besar juga tidak melihat ada itikad baik dalam kongres tersebut, jangan hanya ini merupakan skenario yang sama yang kemudian membuat rakyat makin sengsara,” ucapnya.

Menurutnya, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) International Lawyer for West Papua (ILWP) di London, Inggris, awal Agustus kemarin telah secara sah memutuskan masalah Papua bukan sesuatu yang sepele.

KTT dengan tema West Papua: the Road to Freedom itu digelar oleh dua lembaga solidaritas Papua – Free West Papua Campaign dan International Lawyers for West Papua – di Oxford, 2 Agustus. Sekurangnya 15 warga Papua di luar negeri mengikuti konferensi yang membahas proses integrasi tahun 1969 yang bermasalah secara hukum dan politik. “Semua sudah diputuskan disana, putusannya antara lain menyiapkan jalan bagi kemerdekaan, jadi tidak ada lagi kongres atau dialog,” katanya

” Dikatakan, pilihan utama untuk menyelesaikan problem Papua yakni dengan menggelar Referendum, bukan dengan kongres. (jer/don/l03)

Kamis, 01 September 2011 16:34
BintangPapua.com

5 thoughts on “OPM Tolak Rencana Kongres Papua III

Add yours

  1. Abang, benar sekali dan keterwakilan OPM tentu tidak ikut hadir dalam kegiatan tersebut, karena kongres antara pemerintah pusat pejabat papua indonesia (papindo) tak akan menghasilkan persoalan mendasar di papua hanya terjadi lebih rumit lagi maka, harus membutuhkan pihak ketiga untuk menjadi fasilitator / mediasi agar supaya masalah papua akan terselesaikan dan pasti akan tewujud apa yang diimpikan oleh seluruh rakyat papua barat “ingat itu para papindo ” pasti tidak akan berhasilnya!

    Like

  2. Abang, itu benar dan keterwakilan OPM tidak akan menghadiri dalam kegiatan tersebut karena kongres antara papua indonesia (papindo) tak akan kujung selesai persoalan mendasar yang menimpah seluruh rakyat papua sejak dari terintegrasi ke pangkuan Ibu pertiwi malah lebih rumitnya. Maka perlu menghadirkan pihak ketiga untuk menjadi fasilitator / mediasi agar masalah di tanah papua dapat terselesaikan dengan baik dan terjawab apa yang diimpikan oleh seluruh rakyat papua barat ini.

    Like

  3. Yang tidak jelas dalam proyek ini, “Siapa yang menjadi sponsornya?” dan “Apa Agendanya?” karena politik Papua Merdeka dan politik orang Papua pada umumnya selalu bersifat sporadik dan panas-panas tahi ayam sehingga tidak pernah ada tindak-lanjut dan tidak pernah ada pertanggungjawaban kepada bangsa Papua.

    Orang Papua masih hidup di zaman nenek-moyang dari sisi berpolitik di era pascamodern ini.

    Like

  4. Di dalam Firman Tuhan banyak napi-napi degan tanda mujizatnya masing2 , namun papua pasti memilih org yang tepat untuk membawa orang papua menuju yang terbaik. ingat Musa dipilih Allah membawa bangsa isreal keluar dari perbudakan hal demikian juga akan di alami oleh orang papua sy percaya hal itu, karena sampai saart ini papua mash di bawa garis kemiskian sgt memperihatinkan, banyak bangunan gedung mewah kantor besar, jalan raja yang luas, tapi isi di dalam yang memakainya bukanlah orang papua, semua semua itu hanya inpian namun kebenara itu pasti akan datang berjuang terus dengan berdoa

    Like

  5. Betul yg semua kawan ungkapkan tapi tarik dulu lah haris perlawanan ug bisa global dipahami secara jernih oleh SELURUH LAPISAN BANGSA PAPUA,knp musti malu untuk mengakui bahwa cm satu bagian saja yg masih menyetujui gerakan ini….yg kita tidak dapat pastikan segelintir itu karena kesadaran penuh atau karena ikatan primordial dan kesukuan…..mengutip Plato: dasar kesukuan san kepercayaan hanya menunjukan lkeprimitifan suatu gerakan…..tetap semangat,salam Demokrasi

    Like

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny