KNPB Klaim Ada Skenario Dalam Berbagai Peristiwa Kekerasan yang Sering Terjadi

Mako Tabuni, Buchtar Tabuni, dan Victor Kogoya saat member keterangan pers
Mako Tabuni, Buchtar Tabuni, dan Victor Kogoya saat member keterangan pers

JAYAPURA – Munculnya aksi kekerasan hingga menimbulkan korban jiwa yang belakangan sering terjadi di Papua, dan bahkan menjurus pada issu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan), diklaim oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), sebagai sebuah scenario pihak tertentu. “Ini sebuah sekenario pihak tertentu, supaya dana itu cair. Ini bagian teror atau intimidasi supaya rakyat sipil tidak mengungkapkan hak-hak dasarnya,” ungkap Ketua I KNPB, Mako Tabuni didampingi Ketua Umumnya, Buchtar Tabuni dan Ketua KNPB Konsulat Indonesia, Victor Kogoya, saat menggelar jumpa pers di Prima Garden Abepura, Selasa (6/9). Meskipun demikian, diyatakan bahwa pihak KNPB tidak akan terpengaruh. “Kami sebagai media rakyat Papua Barat akan tetap terus menyuarakan hak-hak yang menjadi aspirasi murni rakyat Papua Barat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan terkait penangkapan oleh aparat gabungan TNI dan Polri dan penahanan 15 orang (13 sudah dilepas) oleh aparat kepolisian di Mapolresta Jayapura, yang menurutnya adalah jemaat Baptis Wahno, Kelurahan Wahno, Distrik Jayapura Selatan.

Dikatakan bahwa proses penangkapan dan pemeriksaan yang berlangsung di Mapolresta Jayapura dilakukan tanpa prosedur dan juga dilakukan dengan cara kekerasan. “Alasan penangkapan dan penyiksaan belum jelas, sementara dugaan terkait dengan penyerangan yang terjadi di Kampung Nafri 1 Agustus lalu, aparat belum mampu menangkap pelaku sebenarnya,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya juga ada anak berusia 9 tahun bernama Dessy Kogoya yang menghilang bersamaan penggrebekan dan penangkapan 15 orang di rumah Biben Kogoya (Ketua RT 08) Kelurahan Wahno Rabu (31 Agustus 2011) sekitar pukul 05.00 WIT.

“Indikasinya anak tersebut diculik saat aparat gabungan melakukan penyerangan. Sampai saat ini pihak orang tua korban masih melakukan pencarian di seluruh wilayah Jayapura,” ungkapnya.

Atas kekerasan dan hilangnya seorang anak dibawah umur tesebut, KNPB berharap dibentuk sebuah tim khusus oleh DPRP bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bertugas menyelidiki dan mengungkap secara menyeluruh. Sehingga dapat diketahui kasus yang sebenarnya.(aj/don/l03)

BintangPapua.com, Selasa, 06 September 2011 16:25

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny