SURAT TERBUKA UNTUK HIMBAUAN UMUM
Kepada:
1. Almarhum Presiden RI ke I, Ir. Soekarno
2. Kepala pemangku Adat Tanah Jawa Sri Sultan Hameng Kubuwono X
3. Pemangku adat Tanah Sumatra
4. Pemangku Adat Tanah Borneo
5 . Pemangku Adat Tanah Sulawesi
6. Presiden RI, Dr. Bambang Yudoyono
7. LMA dan Kepalasuku di Tanah Papua
8. Masyarakat Adat Papua Melanesia dan Melayu Indonesia
Kami masyarakat Adat Pewaris dan Penghuni Tanah Leluhur Papua, menyatakan bahwa Kleim Presiden Pertama NKRI dan Pemerintahan Melayu indonesia bahwa Tanah dan Bangsa Papua adalah bagian dari NKRI secara hukum Alam dan Adat Papua tidak dibenarkan dan kedudukan indonesia di Papua tidak sah dan benar.
Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat adat dan pemerintah Republik Indonesia degan penuh harga diri dan manusiawi menghargai hak apa yang menjadi milik kami, antara lain mendirikan suatu negara yang berdiri diatas tanahnya sendiri dan tidak digabungkan dengan suku bangsa Melayu di tanah lain dari tanah lain.
Kami menghimbau kepada bangsa Melayu Indonesia bahwa, biarkanlah kami degan keadaan kami sebagaimana telah ada sebelumnya dan sekarang jagan lagi mengatasnamakan Negara Kesatuan Republik Indonesia merampas, menindas, melecehkan hak dan kehidupan kami sebagai makluk manusia yang layak hidup seperti bangsa dan masyarakat adat lain di kepulauan melayu Indonesia.
Kami menghimbau masyarakat melayu tidak lagi merajalelah degan sembarangan diatas tanah adat kami degan memakai berbagai trik dan politik yang dikemas dalam PEMBAGUNAN karena hanya untuk merusak dan mengambil kekayaan yang terkandung dalam tanah kami, tetapi biarkanlah kami hidup di masing-masing tempat diman asal mula kita agar dunia ini penuh kedamainan.
Kami sebagai manusia yang memiliki akal pikiran dan budi pekerti serta berbudaya yang tinggi dan luhur, hidup saling menghargai bukan dalam konteks kesatuan negara NKRI tetapi di masing-masing tempat sesuai menurut suku bangsa kita masing-masing, dan juga tidak tergabung dan lalu-lalang seperti hewan liar yang mencari nafka tanpa memikirkan batas-batas wilayah, daerah pencarian dan tidak saling meguasai, merampas, membunuh, menindas sesama manusia yang lain.
kami sebagai manusia tidak inggin dibuat seperti binatang, biarkanlah kami degan bangsa yang ada sisa ini untuk bangkit dan menentukan masa depan sendiri degan mendirikan suatu negara tersendiri sebagaimana layaknya bangsa melayu memiliki negara Indonesia, karena degan penuh kesadaran yang tinggi, kami sangat menghargai apabilah bangsa melayu degan benar-benar menyadari bahwa bangsa Papua diintegrasi degan paksaan melalui kekuatan Militer yang dikenal degan Nama TRIKORA.
kami harus jujur kepada bangsa Melayu Indonesia bahwa dalam hati kami yang sebenarnya, kemi tidak merasa bagian dari NKRI dan tidak berintegrasi melainkan diitegrasi degan menggunakan kekuatan militer, jagan karena ketakutan unsur ekonomi dan NKRInya, bangsa melayu mempertahankan mati-matian degan mengakatan NKRI harga mati, itu benar bagi bangsa Melayu karena bangsa melayulah yang memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mana dibentuk dari semua gabungan pulau-pulau milik bangsa Melayu di Asia tenggara. Tetapi bukan untuk bangsa Papua melanesia yang jauh sekali di kepulauan pasifik. kami masyarakat Adat menilai ini bentuk perampasan, tanah wilayat masyarakat adat yang memiliki entintas suku bangsa yang berbeda.
Bentuk -bentuk ini merupakan bagian dari rentetan PENJAJAHAN maka kami tetap mengakakan kedudukan Negara indonesia di tanah Papua merupakan bentuk perampasan berdasarkan ambisi keserahkaan yang dikemas degan politik, maka bentuk dan praktek ini merupakan PENJAJAHAN MODEL MUTAKHIR/NEO-KOLONIALISME sebagai pelanggaran dan Dosa besar untuk bangsa melayu terhadap bangsa Melanesia di tanahnya sendiri.
Perlu kita manusia sebagai makluk berbudaya luhur tahu dan sadar bahwa segala sesuatu yang dimulai degan cara yang tidak jujur, tidak benar akan dan tetap hancur apapun kekuatanya, bagaimanapun caranya jika kebenaran ditutup tetap akan membela dirinya sendiri degan cara dan gayanya sendiri bahkan manusia sendiri tidak dapat dibendung.
Kami masyaraka pewaris dan penghuni tanah Papua dari Sorong sampai Samarai menghimbau kepada bangsa melayu Indonesia yang menduduki pulau New Guinea secara hukum adat suda tidak benar karena permulaan masuknya degan cara-cara tidak sopan kepada penghuni pulau New Guinea bahkan mencuri dan merampok sebagaian dari kami dan dibawa pergi dan dipenjarahkan, maka dalam kesempatan ini kami sebagian dari Penghuni dan pewaris tanah ini menghimbau untuk segerah pulang dari tempat dimana anda disembunyikan bahkan keluar dari setiap kurungan dan penjara dimana anda dikurung dan dibawa pergi.
Kami juga menghimbau kepada setiap anak bangsa Papua yang ingin menjadi dan paksakan diri menjadi bagian dari NKRI dan mebelah dan degan membunuh saudaranya adalah tidakan menyerahkan hak wasisan hanya karena kebutuhan sesaat secara hukum Alam dan Adat Papua tidak dapat dibenarkan dan ditolerir karena hukum adat dan alam akan membelah dirinya degan cara tersendiri baik kepada pribadinya sampai kepada keluarganya dimana lingkungan dia berada.
Semua upaya dan bentuk integrasi degan cara menteror, membunuh dan degan cara politik secara hukum Alam dan Adat tidak benar maka kami menolak semua bentuk kemasan apapun adalah TIPU MUSLIHAT maka kami menolak keluar dari tanah Papua.
Atas Perhatian Kami Ucapkan Banyak Terima Kasih.
Dikeluarkan di : Sekretariat Dewan Allah, Alam dan Adat Tanah Leluhur Papua
Etarugwe Munni
Sekretaris General Dewan A3



dimana jiwa nasionalisme kalian pace & mace, mau merdeka segala menentang pemerintah nkri masa panglima kalian pakai koteka, jangan tergiur janji janji surga pihak asing..
LikeLike
sebagaimana adanya PANCASILA dan UUD 45, tidak ada perbedaan suku jawa,melayu,melanesia,dsb
Kita semua adalah satu jiwa Republik Indonesia. Jangan lagi ada pihak2 yang dengan egois ingin merdeka sendiri. Belum tentu setelah merdeka akan bisa hidup sendiri, tidak ada keinginan untuk merampas kekayaan,menyiksa,membunuh dsb. Hanya pihak2 tertentu yg memiliki kepentingan tertentu ingin melepaskan diri dr negeri ini. Indonesia adalah negeri yang kaya, dan Indonesia masih terus berusaha meratakan kemakmuran bagi rakyatnya. Hanya orng2 yg bodoh melihat dr sisi negatif kpd Indonesia. Sudah berapa nyawa dikobankan untuk negeri Papua oleh para pejuang. Hargailah mereka dgn bersatunya negeri ini di bawah Sang Dwi Warna…..
LikeLike
auuuuuuoooooooooooo…….. “Tarzan Mode on”. mau jadi negara Tarzan ya? hadeuuuuuh… capek deh!!
LikeLike
Saudara2ku marilah kita sadari bhw kita smua bukan hy anak bangsa Papua tetapi adalah anak bangsa Indonesia (NKRI) jadi yg berlaku bkn cuma hukum Alam dan Adat Papua saja melainkan hukum ygberlaku di Indonesia.
LikeLike
jangan asal bicara, lihat perjuangan dulu..dimana masyarakat papua inginkan kebebasan dari penjajahan belanda…lihat sejarah..bagaimana “pembebasan irian jaya”(istilah waktu itu) berjuang bersama…untuk indonesia..
LikeLike
PERLU DI INGAT PAPUA TETAP BANGSA INDONESIA ! SEDIKIT TANAH DAN DARAH TIDAK AKAN KAMI RELAKAN PAPUA LEPAS DARI NKRI….BOHONG KALIAN MENGGUNAKAN HUKUM ALAM DAN HUKUM ADAT KARENA KALIAN BANYAK SEKALI LEMBAGA DI LUAR NEGERI YANG IKUT CAMPUR TANGAN…SAMPAI MATI PUN KAMI TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKAN TANAH PAPUA UNTUK LEPAS DARI NKRI. KITA BERSAUDARA JANGAN PERNAH BERPIKIR KITA INDONESIA MENJAJAH KALIAN TAPI PIKIRAN KALIAN LAH YANG TELAH DIHASUT OLEH BANGSA DILUAR SANA DARI EGOISME KALIAN UNTUK MELEPASKAN DIRI DARI NKRI…MARI SAUDARA SEBANGSA DAN SETANAH AIR KITA BANGUN BANGSA KITA BANGSA INDONESIA UNTUK APA KITA BERPERANG KARENA KITA SUDAH MERDEKA…SADARLAH SODARAKU KITA SEBANGSA DAN SETANAH AIR HARUS BERSATU..KITA BERJUANG MEMBANGUN BANGSA
TERIMA KASIH_ATAS NAMA BANGSA INDONESIA
ARI SURYANA
LikeLike
campur tangan asing, iming2.,janji manis asing kenapa tidak kau sadari wahai saudara papua….kalaupun lepas belum tentu kalian akan hidup sejahtera….
bicaara dengan hati ….mulailah dengan hati kita masing2… kedamaian dan kenyamanan akan terbentuk.
salam satu hati
LikeLike
Apa yang mau kita harapkan dari NKRI ini,,, Kalau mau jujur, Indonesia?Nusantara Negara di antara Pulau-pulau ini tidak punya niat baik untuk membangun PAPUA, lihat saja sudah 50 Tahun lebih mana ada pembangunan yang setara dengan daerah lain di Indonesia ini,,, yang ada hanya mengeruk hasil kekayaan dari Papua lantas di bawah keluar, itu fakta.. So…… PAPUA FREE…………………..
LikeLike
SY4HLOOM SEL4M4T P4GI..SEL4M4T BERIB4D4H DI H4RI INI MINGGU 1 DESEMBER 2013…WAH……..SA……… INGAT 1 DESEMBER 194..
…….
4P4L4H 4RTINY4 SENGS4R4 DI 4T4S KEK4Y44N…SEMENT4R4 B4RU M4U USUL..B4D4N S4KIT-S4KIT K4REN4 KEKER4S4N..D4P4T TEND4NG DENG4N SEP4TU L4R4S…D4P4T PUKUL DLL…
.
SA PU ANAK 5..YANG 1 KERJA RAJIN KREATIF…PRODUKTIF..TAPI TUKANG MABUK….MASA ITU SA PU ANAK SENDIRI BARU PUKUL , TENDANG DLL KAYA BINATANG…BAHKAN SA BUNUH ( OTD )…….
K4L4U 4D4 Y4NG DI4NGG4P S4L4H…DIPROSES DULU B4RU VONIS H4KIM ..SESU4I BUKTI-BUKTI..INI BELEUM PROSES SU TEMB4K K4SIH M4TI….ARTINY4 Y4NG DIPERJU4NGK4N ITU BETUL 4D4 SEJ4R4HNY4
DENG4N N4M4 TUH4N K4MI MENGINJ4K T4N4H INI..4MIN ( OTTOW D4N GEISSLER )
J4DI CEP4T 4T4U L4MB4T TUH4N 4K4N ,K4BULK4N DO4 Y4NG KIT4 MINT4
LIH4T S4J4 B4NGS4 ISR4EL
P4PU4 FREEE
LikeLike
Secara khusus Admin Diary of OPM berterimakasih atas komentar barmenormu@gmail.com ini.
MERDEKA HARGA MATI!
LikeLike
Dengan ide apapun Papua tidak bisa menjadikan bangsa melayu, karena kita berbeda nenekmoyang dengan Indonesia hanya demi kepentingan ekonomi engkau menguasai di tanah kami, ada saatnya untuk engkau angkat kaki dari tanah Papua dan kembali ke tanahmu hdup menderita seumur hidup.
LikeLike
TOLONG YANG TIDAK MENGERTI SEJARAH PAPUA,,JANGAN ASAL KOMENTAR..
semua tawaran dari penjajah (NKRI), baik itu berupa RUU OTSUS,,OTSUS PLUS,maupun UP4B,. itu smua hnya untuk mengambil hati rakya papua,,dan dilakukan scara sepihak.,tanpa melibatkan orang papua,,itu fakta,..dan itu semua BUKAN SOLUSI,,jdi intinya,.. solusi untuk Papua adalah REFERENDUM,.
FREE WEST PAPUA…AMINNN..!!!!
LikeLike
Bangsa Papua harus bersatu mengusir penjaja RI Jawa ditanah Papua yang sedang merampok harta tanah Papua, kalau perlu bunuh seluruh RI Jawa yang ada ditanah Papua.
LikeLike
KALAU PAPUA MAU MERDEKA, HARUS BUNUH WONG JOWO'
——————————————————————————————-
Kalau pendatang merampok dan membunuh rakyat Papua dan hartanya dibawah ke pusat Jakarta,
apakah Papua mau berdiam diri..? kan tidak mau.
Tindakan balasan harus tetap dilakukan, dengan tindakan balasan pembunuhan orang-orang Jawa.
Hak kemerdekan itu adalah hak segala bangsa didunia ini, kalau terasa di aniaya, ya rakyat papua harus bangkit membunuh NKRI Jawa.
LikeLike