SHDRP: Rakyat Papua Mesti Bersatu, Rapatkan Barisan Perlawanan

Ilustrasi: Rakyat Papua menuntut Papua Merdeka. Sumber: http://tabura-pembebasan.blogspot.com.
Ilustrasi: Rakyat Papua menuntut Papua Merdeka. Sumber: http://tabura-pembebasan.blogspot.com.

Jayapura —  “Rakyat Papua harus bersatu, rapatkan dan terus merapatkan barisan perlawanan,”  begitu kata Usman Yogobi, ketua umum Solidaritas Hukum HAM dan Demokrasi Rakyat Papua (SHDRP) saat menggelar jumpa pers di Prima Garden, Senin, (08/07/2013) di Abepura, Jayapura.

Kepada www.majalahselangkah.com ketua SHDRP ini menjelaskan beberapa poin terkait persoalan di Papua yang menjadi perhatian SHDRP.

Pertama, ia meminta  rakyat Papua agar mendukung dalam doa, karena pada 10 – 11 Juli, kata Yusman, akan ada pemeriksaan terhadap NKRI oleh PBB atas pelanggaran HAM Papua dari  Swiss.

Kedua, Yusman juga menghimbau untuk memberi  dukungan doa dari segenap rakyat Papua agar Papua diterima menjadi anggota MSG, yang dalam prosesnya, utusan MSG akan melawat Indonesia dan West Papua.

Ia juga menginformasikan  kepada rakyat Papua, bahwa dalam rencana, ada kapal yang akan masuk ke Papua dalam waktu dekat ini, atas undangan  Negara Federal Republik Papua Barat. Mengenai hal ini, Yusman minta dukungan doa dari rakyat Papua.

Dalam kesempatan ini, Yusman, mewakili   bangsa Papua mengatakan  menolak dengan sikap tegas terhadap keberadaan  Otonami Khusus Plus. Menurutnya, Otsus, Otsus Plus, semua lahir karena keinginan orang Papua untuk merdeka atas dasar sejarah. Maka, kata dia, itu semua bukan solusi.

Satu-satunya solusi, kata Yusman, adalah pelurusan sejarah bangsa Papua terkait kebebasan berpendapat pada penentuan nasib sendiri bangsa Papua yang dimanipulasi RI.

Berkaitan dengan Otsus Plus, ia mengatakan, walau pemimpin rakyat Papua di pemerintahan penjajah Indonesia menerima, itu hanya demi implementasi yang bersifat politis, yang berusaha memadamkan keinginan murni dan asli bangsa Papua untuk menentukan nasib bangsa Papua sendiri di atas tanah airnya.

Mengaku atas nama rakyat Papua, ia juga sesalkan tindakan gubernur Papua, Lukas Enembe, yang membakar 4.000 porposal. Menurutnya, itu bentuk pemerintah menyegel pintu perhatian terhadap rakyat asli Papua yang biasa tidak tersentuh pembangunan di segala  bidang, karena dalam prakteknya pembangunan dimonopoli orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Terakhir, ia meminta Militer RI (TNI Polri)  harus belajar terkait HAM dahulu. Setelahnya, baru ia sarankan mereka datang  ke Papua, agar mampu memahami dan  menghargai kebebasan berpendapat orang Papua.

Ia mengatakan, orang Papua bukan bangsa kelas dua yang kebebasan berpendapatnya selalu dapat dihadapkan pada sistem represif militer Indonesia , penahanan, pembunuhan, dan penjara seenaknya, tanpa ada hukum yang mampu menjerat pelaku. (MS)

 Editor : Topilus B. Tebai

Selasa, 09 Juli 2013 10:01,MS

2 thoughts on “SHDRP: Rakyat Papua Mesti Bersatu, Rapatkan Barisan Perlawanan

Add yours

  1. Nama badan ini mengurus HAM, hukum dan demokrasi, tetapi yang dia bicara politik Papua Merdeka dan dongeng Kapal Masuk undangan ini dan itu. Jadi apa sebenarnya tugas dan tujuan organisasi ini? Kita mesti belajar banyak. Harap Maklum.

    Like

  2. ibarat kalau mau bernyanyi..main di kunci D, saja jagan lagi bermain gitar pinda-pinda oktaf..nanti kedengaran kuran merdu, mala bikin bunyi fals..

    Like

Leave a comment

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny