Konferensi di Inggris, Papua Bergejolak

Beberapa hari terakhir Papua bergejolak. Senin (01/08) terjadi insiden penembakan yang menewaskan 4 orang. Sementara itu di Oxford, Inggris, Selasa (02/08) digelar Konferensi Para Pengacara Untuk Papua (ILWP). Salah satu agendanya adalah membahas status Papua sebagai bagian dari Indonesia. Dua peristiwa ini ada kaitannya, demikian menurut Fritz Ramandey dari Komnas HAM Papua.

“Di Papua kalau ada agenda besar seperti ini biasanya diikuti dengan ekses,” kata Ramandey. Kepada Radio Nederland ia menjelaskan di Jayapura muncul berbagai demonstrasi mendukung konferensi ILWP di Inggris.

“Menurut hasil pemantauan sementara Komnas HAM ekses ini dampaknya adalah satu terjadi eskalasi di tingkat lokal. Kedua, ini dijadikan justifikasi oleh tentara untuk melakukan tindakan kamtibnas (kemanan dan ketertiban nasional, red.). Atas nama menegakkan keamanan di wilayah mereka bisa melakukan tindakan.”

Lokasi sama
Pihak kepolisian sendiri menuduh Organisasi Papua Merdeka berada di balik serangan yang menewaskan tiga pria dan satu perempuan di Desa Nafri Jayapura itu. Namun, OPM seperti yang dikutip oleh berbagai media di Indonesia menyangkal keterlibatan mereka.

Menurut Fritz Ramandey, OPM memang sering dikaitkan dengan aksi penembakan yang dilakukan oleh warga sipil. Tapi, sampai saat ini belum ada pelaku yang ditangkap sehingga belum bisa dipastikan apa latar belakang penembakan ini. Menurut Ramandey, ini adalah kedua kalinya terjadi insiden penembakan di lokasi yang sama.

“Sebenarnya kalau dilakukan penyisiran pasti bisa teridentifikasi ke mana para pelaku bergerak. Tempatnya sangat mudah untuk dilokalisir oleh polisi. Tapi sampai saat ini belum ada pelaku yang ditangkap. Namun demikian, kami mencoba tetap percaya kepada pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku penembakan.”

OPM
Yang menarik dari insiden ini, menurut Ramandey, adalah dikeluarkannya pernyataan dari OPM. “Ini adalah pertama kali mereka mengeluarkan pernyataan yang menyatakan tidak bertanggung jawab. Dalam insiden-insiden sebelumnya mereka tidak melakukannya,” kata Ramandey.

Beberapa tahun lalu Panglima OPM Richard Hans Youweni menyerukan untuk menghindari pemakaian cara-cara kekerasan. Menurut Ramandey OPM tidak punya peralatan yang memadai untuk melakukan serangan, apalagi terhadap polisi/TNI. “OPM mendukung proses dialog. Itu yang penting,” kata Ramandey.

Diterbitkan : 2 Agustus 2011 – 2:47pm | Oleh Bram Hendrawan (© RNW)

7 thoughts on “Konferensi di Inggris, Papua Bergejolak

Add yours

  1. Melky Tapanau
    3 Agustus 2011 – 5:24pm
    balas
    Pemerintah Indonesia seakan kebakaran jenggot, setelah ILWP digelarkan di London Inggris dalam membicarakan hak azasi Rakyat Bangsa Papua Barat. KBRI Yurie Thamrin di London berlagal sok tau seperti pada Habibie di Den Haag menyangkut RMS dan SBY president Indonesia 6 oktober 2010. Yurie Thamrin katakan bahwa, sesungguhnya, ILWP itu hanya sekedar berkonggres dan tidak mempunyai nilai penting (omongkosong) kata KBRI itu terhadap rencana para hakim terkemuka dunia itu untuk menggugat pemerintah Indonesia dipengadilan international. Jangan berlagak mas Yurie, ini bukan di Jakarta lalu seenaknya saja polisi dan TNI serta BAKIN memainkan peran sertanya. Papua harus merdeka, karena itu bukan bahagian dari RI atau NKRI. Rakyat Bangsa Papua adalah bangsa tersendiri. Bukan bahagian dari Indonesia, itu tidak ada dan tak pernah ada.

    Like

  2. agus gobay
    10 Agustus 2011 – 6:22am / indonesia
    balas
    kemerdekaan adalah hak segala bangsa, tetap PAPUA BUKANLAH SEBUAH BANGSA, jadi tara mungkin bisa merdeka, itu omong kosong saja ! kasihan rakyat dan generasi papua, hanya dimanfaatkan oleh politikus2 busuk kelas lokal saja, seperti nick messet, frans albert joku, benny wenda, herman wainggai cs, merekalah perampok uang rakyat, bergaya saling memperjuangkan rakyat papua, tetapi sebtulnya mereka mencari uang untuk kepentingan sendiri

    Like

  3. agus gobay
    10 Agustus 2011 – 6:29am / indonesia
    balas
    hanya sekedar berbagi informasi saja, definisi “Separatis” adalah sekelompok orang yang berupaya untuk memisahkan diri dari sebuah negara yang berdaulat. jadi rakyat dan pemuda Papua perlu tau itu, di negara mana saja yg berupaya memisahkan diri dari sebuah negara yg berdaulat adalah “SEPARATIS”. jadi kalo ada masyarakat papua yg mempertanyakan knpa dianggap separatis, sdh bisa terjawab, karena ingin memisahkan dari sebuah negara yg berdaulat..

    Like

  4. Melky Tapanau
    18 Agustus 2011 – 11:26pm
    balas
    Darimana Indonesia mendapatkan kedaulatanya? Dari Jepang, Belanda, PBB ataukah seenaknya saja keputusan Sukarno? Tidak ada satu negara diatas muka bumi ini yang memberikan kedaulatan kepada Indonesia. kalau begitu, mereka memperolehnya dari mana? Untuk itu, kalau Papua menuntut hak kemerdekaannya dari Indonesia, itu tidak bisa didapatkan karena Indonesia sendiri tidak mempunyai status kedaulatan yang sah. Dan kalau begitu, ini adalah persoalan PBB. sama halnya dengan Timur Leste. Bukan Indonesia yang memberikan kemerdekaan kepada Timur Leste malah diusir keluar seperti seekor anjing, sambil mencuri meja dan kursi hak milik bangsa Timur Leste. Sudah diusir keluar, pencuri lagi milik orang. Dan itulah TNI di Timur Leste.

    Like

  5. papuapost
    2 September 2011 – 9:52am / West Papua
    balas
    Kebenaran ialah kebenaran. Kita tidak gunakan emosi atau sentimen nasionalis yang membabi-buta dan menghukum sesama. Kebenaran menyatakan Papua berhak untuk merdeka. Jadi, jangan kita menutup mata dan memaksakan sentimen nasionalis sepihak kepada pihak lain, itu bukan manusiawi namanya.
    Sentimen nasionalis umat manusia saat ini sudah maju, jauh jauh ke depan daripada sekadar nasionalis-fundamentalis sesempit Javanesia yang masih sangat kental dengan funamentalis-religius itu, yang berkoar-koar atas nama nasionalisme, tetapi dampaknya justru membuat rakyat Indonesia sengsara, melarat, menderita berkepanjangan. Manfaat kemerdekaan Indonesia itu apa buat orang Papua dan buat orang Indonesia? Manfaat Papua Merdeka itu apa untuk Indonesia dan Papua? Bukan itu saja: apa manfaatnya untuk New Guinea, Asia-Pacific, Oceania dan global? Itu yang dipikir, bukan debat emosional yang saling memaki dan mencap macam2.

    Like

  6. sejarah mencatat bahwa indonesia dan papua adalah sama sama merupakan wilayah jajahan pemerintah kolonial Cs. dalam semangat penjajahan ini kedua daerah secara bersama sama berjuang untuk bebas dan merdeka demi masa depan bangsanya masing-masing, seharusnya setelah indonesia merdeka indonesia mesti membantu bangsa papua untuk merdeka lagi,,,,,? malah yang terjadi justru kembali menginfasi bangsa senasib seperjuangannya dulu. orang papua tidak pernah bekerja sebagai polisi, tentara atau serdadu KNIL belanda lainnya yang bekerja untuk membunuh, menyiksa dan menyengsarakan penduduk jawa. indonesia memang bangsa yang tdk tau malu,, tidak punya rasa solidariras……kalau saya jadi presiden west papua 10 atau 15 tagun kemudian saya akan menginfasi indonesia, saya akan perintah hancurkan jakarta dan tangkap semua mantan-mantan panglima TNI, KAPOLRI, BIN, para PANGDAM dan KAPOLDA yang pernah bertugas ditanah Papua, termasuk mantan-mantan komondan KOPASUS dibawa pulang kePapua disiksa, dibakar hidup-hidup, kalau mereka sudah meninggal tulang belulangnya harus digali dan dikutuk arwahnya atas tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan secara masiv dan tidak berperikemanusiaan.

    Like

  7. DI BETUK Komisi penentuan hak suara rakyat papua vs Indonesia
    papau cepat merdeka,maka harus ada pembantukan komisi penentuan hak suara rakyat papua vs Indonesia,dalam arti pembantukan sepertai pemerinhan kepala daerah yang biasa terjadi mana-mana,sehingga disitu di lihat ,apa kah semua rakyat papua ikut papua atau ikut indonesia,apa bila semua ikut papua ,maka hasil itu di naikan ke PBB AS dan PAUS di Roma,sehinga kedua pihak ini yang sebagai pihak yang mengambail keputusan,atau juga menyetujui hasil penentuan hasil suara yang di pilih ikut papua berapa % dan juga yang di ikut indonesia berapa %, dan bembentukan komisi penentuan hak suara itu juga khusus untuk rakyat papua dan kulit hitam,rambut kriting baru ikut memilih penentuan hak suara yang akan di selegarakan itu,tidak boleh orang yang kulit putih dan rabut lurus ikut memilih penetuan hak suara rakyat papua menetukan nasip sendiri untuk merdeka atau tidak,apa rakyat papua semua ingin papua merdeka maka semua harus ikut memilih penentuan hak suara yang saat ikut memilih suara rakyat papua yang ingin merdeka itu,hal kami sebagai anak bangsa papua barat sampaikan untuk semua pecinta bagsa papua barat dan semua elemen yang ada di mana-mana saja agar segera bentuk komisi penentuan hak suara rakyat papua barat sendiri untuk menetukan nasipnya dan bisa merdeka,inilah sa;ah satu cara atau jalan keluar yang di usulkan untuk semua pecinta,semua itu di pusat salah satu tempat,sehinga di selebgarakan penentuan hak suara rakyat papua merdeka di maksud.

    Like

Leave a reply to admin Cancel reply

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny