Rakyat Papua Inginkan Referendum

Metrotvnews.com, Jayapura: Masyarakat Papua menggelar unjuk rasa menuntut referendum untuk tanah Papua. Sejak Selasa (2/8) pagi, warga telah berkumpul di Expo, Waena, Jayapura, Papua Barat.

Dari titik itu, mereka akan melakukan longmarch sepanjang 20 kilometer menuju kantor DPRD Papua. Selain melakukan longmarch, warga juga memblokade Jalan Expo, Waena. Akibatnya, jalan akses Jayapura menuju Bandara Sentani harus dialihkan ke jalan alternatif.

Aksi unjuk rasa itu bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi International Lawyer for West Papua (KTT ILWP) di Inggris. Dengan menggunakan pakaian adat, mereka juga membawa poster yang berisikan tuntutat ‘Papua Merdeka’. Warga mengklaim, keadilan dan kesejahteraan ekonomi serta keadilan hak azasi manusia tak mereka dapatkan sejak tergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gagasan referendum itu bukanlah yang pertama kali. Gagasan itu muncul setelah beberapa kali terjadi ketidakadilan yang terus mendera warga Papua. Terakhir, kasus bentrokan berdarah dan penembakan makin menguatkan hati warga Papua untuk memerdekakan diri.

Melalui KTT ILWP I di Oxford, Inggris, pengacara ingin bersuara. Mereka ingin mengutarakan keinginan hatinya yang telah lama dipendam. Tanpa tedeng aling-aling, ILWP menilai terhentinya pengusutan kasus HAM dan otonomi khusus Papua yang belum terselesaikan merupakan imbas dari penentuan pendapat rakyat (Pepera) pada 1969. Padahal, Pepera merupakan dasar bergabungnya Papua ke NKRI.

Lewat KTT itu, ILWP juga ingin memantapkan hati untuk menggugat Indonesia ke Mahkamah International. Dalam rencana gugatan itu, ILWP diwakili 69 pengacara dan dipimpin Melinda Janki dari Guyana. Namun, Duta Besar Indonesia untuk Inggris Yurie Thamrin menilai langkah itu omong kosong. Pasalnya, menurut Yurie, KTT di Inggris bukan untuk menentukan pendapat referendum, melainkan untuk diskusi.(****)

Headline News / Nusantara / Selasa, 2 Agustus 2011 12:10 WIB

9 thoughts on “Rakyat Papua Inginkan Referendum

Add yours

  1. yanes, Rabu, 17-Agustus-2011
    orang kayak kamu ini yang pantasnya ditumpas,,,bukanya menginginkan negeri ini aman malah jadi pengacau…. ingat ya,, INDONESIA bisa aman dan sejahtera jika tdk ada orang2 kyk kamu …

    Like

  2. edebe, Rabu, 10-Agustus-2011
    Papua hanya bisa hidup sejahtera dan adil kalau setiap orang menyadari bahwa ia terpanggil untuk menjadi orang Papua dan dengan sendirinya ia akan membangun Papua yang damai dan sejahtera

    Like

  3. ede Borneo, Minggu, 7-Agustus-2011
    3 setengah Abad di jajah Belanda, 3 setengah tahun di jajah Jepang, + 65 tahun di jajah INDONESIA, demikian isi sejarah yang akan diajarkan kepada generasi penerus kita yang akan datang, bukankah kita lebih berbahagia bila menjadi BANGSA JAWA, BANGSA DAYAK, BANGSA PAPUA, BANGSA ACEH, BANGSA AMBON, BANGSA MADURA, BANGSA MINAHASA,BANGSA MANDAR

    Like

  4. zangki, Jumat, 5-Agustus-2011
    Orang Borneo ingin merdeka dari penjajahan pemerintahan indonesia. lebih makmur & sejahtera kalau kalimantan bergabung menjadi satu dengan negara Malaysia atau Brunei Darussallam, dari pada hidup di negara indonesia, orang kalimantan akan terus miskin di jajah pejabat & di tindas militer yang mayoritas semua orang2 jawa ( aparat hukum )

    Like

  5. avidad Mandira, Jumat, 5-Agustus-2011
    “NKRI harga mati di Papua dan Papua Barat,” kata pemerintah Indonesia. “Papua merdeka harga mati,” kata orang Papua yang ingin merdeka. Tampaknya, kedua keinginan yang berlawanan ini menjadi inti permasalahan dalam hubungan antara Jakarta dan Papua/Papua Barat. Kalau perbedaan keinginan ini tidak dipecahkan dengan arif, kita boleh jadi akan melihat konflik dan kekerasan berlanjut di masa depan.

    Like

  6. apapun koment klian tuk mngkritik kmrdkaan papua…papua akan tutup mlut tuk ingin mrdka bila…hak2 dasar org asli papua tidak di injak2 org nonpapua…

    Like

  7. seluruh tanah papua masi kronologi sementara proses politik untuk pishakan dari NKRI dan, otonomi khusus itu bukan solusi penyelesaian masalah papua merdeka tetapi masalah papua adalah perjuangan dari sejarah jang jelas tetap papua akan merdeka maksudnya papua Benar tahun 1960-1969 itu suda merdeka hanya papua tunggu kebebasan,apakah kebebasan itu dari pemerintah indonesia atau NEGARA yang bersangkutan Bendera bintangkejora,kami bangsa papua menunggu ke bebasan Negara sendiri.

    Like

  8. Hanya sekelompok kecil rakyat Papua yang menuntut referendum, akibat pengaruh OPM dan antek-anteknya. Sebagian besar rakyat Papua menginginkan tetap menjadi bagian dari NKRI. Referendum hanya menyengsarakan rakyat. Papua bagian NKRI sudah final. Justru OPM/TPN dan organisasi separatisme sayapnya yang harus dibubarkan, karena mereka adalah biang kesengsaraan rakyat Papua.

    Like

Leave a reply to admin Cancel reply

Up ↑

Wantok Coffee

Melanesia Single Origin Coffee

MAMA Minimart

MAMA Stap, na Yumi Stap!

PT Kimarek Aruwam Agorik

Just another WordPress.com site

Wantok Coffee News

Melanesia Foods and Beverages News

Perempuan Papua

Melahirkan, Merawat dan Menyambut

UUDS ULMWP

for a Free and Independent West Papua

UUDS ULMWP 2020

Memagari untuk Membebaskan Tanah dan Bangsa Papua!

Melanesia Spirit & Nature News

Promoting the Melanesian Way Conservation

Kotokay

The Roof of the Melanesian Elders

Eight Plus One Ministry

To Spread the Gospel, from Melanesia to Indonesia!

Koteka

This is My Origin and My Destiny