Jayapura, 17/8 (Jubi) – “Keluarga saya banyak yang meninggal karena bicara merdeka. Ada yang lari ke PNG, Manokwari dan ke mana-mana. Dari saya kecil, orang bilang besok merdeka. Sampai saya jadi gubernur, mana buktinya?”
Demikian dikatakan gubernur Papua, Lukas Enembe dalam kunjungannya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (17/8).
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat Papua berbicara soal membangun Papua dan kesejahteraan rakyat; berbicara soal hak-hak dan kewajiban pada relnya. “Seperti Freeport misalnya, itu yang saya sedang tuntut. Kenapa orang minta merdeka? Karena kesejahteraan,” katanya lagi.
“Bagi saya, sehebat apapun seseorang, tidak ada yang kebal hukum, apalagi untuk kasus korupsi. Kami tidak mengkategorikan mereka sebagai yang jahat. Untuk mereka yang berbicara kasus makar, saya cuma bilang saya ini dari kecil, keluarga bicara merdeka,” lanjut mantan Bupati Puncak Jaya ini.
Kepada Lapas Abepura, gubernur Papua memberi apresiasi atas remisi 800-an warga binaannya pada HUT kemerdekaan RI ke-68 tahun. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah, selain kepada petugas Lapas yang selama ini membina. Gubernur Lukas berharap, tahanan dan narapidana yang keluar, memperbaiki kelakuannya, dan bertobat. (Jubi/Timoteus Marten)
Timoteus Marten
Editor : MUSA ABUBAR
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
Nore Lukas Enembe kaonak, kenu logonu, Ap Papua kambegwarak, ininenik wonogwe apit kone yege'ndak ti waganggo. Togop kwe, kiniki aberu nda, "Indonesia merdeka eregwarak 350 tahun kwe, kagak eregwarak, kat eke kegak taun mande epinuk yagann?" Kenggali lok namen!
LikeLike
Indonesia merdeka setelah berjuang selama 250 tahun, yaitu lebih dari empat generasi. Perjuangan Papua Merdeka baru saja 1 generasi berlalu, jadi Gubernur Kolonial Papua, Papindo Lukas Enembe seharusnya malu karena beliau berbicara dengan kacamata sangat sempit, dari sisi seorang pribadi, padahal perjuangan ini bukan perjuangan pribadi, bukan perjuangan suku, bukan perjuangan kampung, dia berlangsung jauh sebelum orang gunung tahu modernisasi,
LikeLike