Catatan Kronologi Singkat
Sejak tahun 2017, KNPB sebagai inisiator konsolidasi persatuan, lahirkan persatuan diplomasi lewat ULMWP. Kami pertahankan ULMWP sebagai wadah koordinatif pemersatu semua faksi.
Namun mereka paksa. Dari wadah koordinatif dipaksa menjadi Trias Politika atau semi pemerintahan. Sebuah lompatan yang belum disepakati bersama.
Pada tahun 2020-2021, Benny Wenda dan kelompoknya deklarasi pemerintahan dan dirinya, BW, mendeklarasikan diri sebagai presiden. Akibatnya ada perpecahan dalam ULMWP. Persatuan hancur karena ambisius Benny Wenda dan kelompok oportunisnya.
Kami selalu berusaha merawat persatuan. Pada tahun 2023 kami mendorong rekonsiliasi dan mendorong KTT II ULMWP di Vanuatu pada bulan Agustus sampai awal September 2023.
Dalam KTT II itu sudah diputuskan bersama: ULMWP kembali sebagai wadah koordinatif. Hapus pemerintahan sementara yang diumumkan oleh Benny Wenda dan Buchtar Tabuni.
Dalam KTT II ULMWP tahun 2023 diputuskan kepemimpinan baru ULMWP, yaitu: Presiden Eksekutif Menase Tabuni dari WPNCL, Wakil Presiden Eksekutif Otto Mote, Benny Wenda sebagai Kepala Visi Diplomasi, dan Markus Haluk sebagai Sekjen.
Hasil keputusan ini disahkan oleh pimpinan sidang Buchtar Tabuni, Edison Waromi, Ice Murib dan Sem Awom. Semua keputusan KTT II ULMWP tahun 2023 disetujui oleh semua komponen, termasuk Benny Wenda sendiri.
Namun setelah balik ke Papua pada bulan November 2023, kelompok Buchtar Tabuni dan Benny Wenda dorong kongres di Sentani dan deklarasi pemerintahan sementara menggunakan nama ULMWP.
Deklarasi pemerintahan sepihak menggunakan nama ULMWP tahun 2023 itu menghianati hasil KTT II ULMWP yang mereka sendiri sahkan. Mereka menghianati hasil KTT II dan dorong kongres sehari mengumumkan pemerintahan, membuat ULMWP terjadi dualisme. Akibatnya persatuan yang kita usahakan hancur lagi, lebih hancur.
Jadi jelas: kelompok Benny Wenda adalah kelompok perusak persatuan. Tidak layak disebut ikon atau pemimpin politik Papua Merdeka.
Benny Wenda tidak layak disebut pemimpin politik atau ikon bangsa Papua.
SIAPA ITU IKON BANGSA?
Ikon bangsa itu merawat persatuan, membangun nasionalisme, dan memiliki prinsip revolusioner dan kedaulatan bangsanya.
Setiap keputusan bijak untuk merawat nasionalisme bangsa, memiliki prinsip politik revolusioner bukan reformis. Pemimpin politik menawarkan solusi politik alternatif perubahan dengan tindakan revolusioner dan menjadi bapa untuk semua komponen bangsa.
Pemimpin memiliki kerangka berpikir konstruktif tentang pembangunan Nation. Padukan perspektif tentang revolusi demokratis, dan strategi bersama yang menyelamatkan bangsa.
Ikon tidak anti terhadap perbedaan dan buang pandangan primordialisme yang menghancurkan persatuan.
Karena itu Benny Wenda tidak layak disebut sebagai ikon bangsa, apalagi ikon perjuangan.
Ones Suhuniap
Leave a comment